Cerita ini sebenarnya
telah terjadi di beberapa hari yang
lalu. Waktu itu, Sabtu (14/07) ketika tiba masa perayaan wisudaan ITB yang
kedua di tahun ini. Dan saya sedang berada dalam sebuah perjalanan menuju
kampus dari tempat kosan untuk meramaikan suasana dengan mengikuti perayaan
tersebut. Hari masih pagi, di mana Bandung diselimuti cuaca berawan dengan
disertai rintik-rintik air hujan yang turun perlahan. Mungkin ini nyanyian dari
Tuhan untuk menambah eksotisnya hari wisudaan.
Dalam sebuah perjalanan
mengendarai sepeda motor yang saya parkir di tempat parkir sipil ITB, saya
melangkahkan kaki menuju sekretariat himpunan. Kedatangan saya sudah ditunggu
teman-teman untuk bergabung bersama dalam sebuah kelompok arak-arakan. ITB
adalah sebuah kampus dengan budaya yang begitu kental. Berhimpun, musyawarah,
unit, serta arak-arakan adalah beberapa di antaranya. Sebagai anggota himpunan,
tentu sudah menjadi keharusan untuk mengarak rekan satu himpunan yang di hari
itu telah menjadi sarjana.
